Selasa, 30 Agustus 2011

Aku, dan Biola Tua


Semua perasaan ini berbeda ketika semua penonton berdiri, dan memberikan sebuah tepuk tangan yang meriah, senang sedih semua bercampur menjadi satu, itu kini yang ku rasakan, sebuah pelukan dari seluruh sahabat, tak henti-hentinya tepuk tangan atas konser yang berhasil untuk malam ini. Kini satu harapan dan doa selalu ku panjatkan untuk kau yang disana beserta biola yang kau berikan kepadaku..

Itu semua berbeda ketika diawal kita bertemu, satu tahun yang lalu, disaat itu di hari pertama kali aku ingin belajar dan bermain alat musik biola..

Kamu adalah seorang guru yang selalu mengajarkanku betapa indahnya setiap alunan nada yang keluar dari dalam biola, kau mencoba untuk mengajarkanku untuk kita harus menyatu terbawa alunan nada nada itu, kau berikan segalanya, kau ajarkan seluruh teknik yang kau bisa kepadaku, demi aku seorang..

Meski umur kita terpaut hanya dua tahun, tapi pemikiranmu sudah dewasa, dan kau mengajarkanku banyak hal tentang arti sebuah kehidupan, menghargai hidup, lalu pantang menyerah ketika semangat ku telah sirna, kau bimbing ku melangkah jauh lebih baik ke depan..

Setiap kau memainkan biolamu, ku tak bisa berhenti untuk terus menatapmu, melihat betapa kau menghargai dan menyayangi biolamu, kau tampak menyatu terbawa alunan melodi dan nada nada yang indah di saat kau gesekan biola mu..

Banyak sudah kejuaraan yang kau menangi, terkadang aku iri terhadapmu, aku hanyalah gadis kecil yang belum bisa apa-apa, sedangkan kau? Kau begitu sempurna, semua memujamu, tuhan pun menyayangimu, memberikan semua kepadamu..

Kau mengajariku mulai dari nol hingga sampai seperti ini, dimulai dari bagaimana memegang biola, menggesek sebuah biola agar keluar nada nada yang indah, kau begitu sabar, meski aku begitu bandel dan tak mau menuruti kemauanmu..

Hari demi hari aku terus berlatih denganmu untuk menuju perlombaan pertamaku, kita terus berlatih, hingga lomba pertamaku aku mengalami kegagalan, aku belum bisa memberikan yang terbaik, aku masih ragu, aku belum bermain dengan sempurna..

Disaat aku mengalami kegagalan, aku jatuh, kamu tetap trus memberi semangat, kau tetap terus ajarkan bagaimana indahnya bermain sebuah biola, kau tunjukan gaya yang berbeda dengan para pemain biola yang lain, itu yang membuatku kagum dan merasakan sesuatu yang berbeda, ternyata aku mencintaimu..

Aku terus berlatih, aku terus berusaha, agar aku bisa menyaingimu, seseorang yang menjadi penyemangatku, guruku, dan juga seseorang yang membuat aku jatuh hati..

Perlombaan demi perlombaan aku ikuti, terkadang aku mengalami kegagalan, terkadang aku diberi kesempatan untuk menang, hingga terbentuk suatu mimpi untuk bisa bermain di luar negeri..

Terkadang kita bermain bersama, memainkan sebuah melodi dan mengeluarkan nada nada indah, terbesit sebuah perasaan yang aku simpan, jauh begitu dalam perasaan ini dan sulit untuk ku katakan, hanya bisa aku keluarkan dalam gesekan biolaku, ingin ku tunjukkan bagaimana sesungguhnya aku menyayangimu..

Disaat aku berdiri di atas panggung, kau selalu berada di barisan penonton paling depan, kau selalu melihat permainanku, kau memberikan semangat yang berbeda buatku, ketika ku bermain aku selalu melihat matamu, melihat bagaimana sesungguhnya perasaanmu, jauh begitu dalam dan aku sendiri terhanyut dalam permainanku..

Hari silih berganti hingga kejuaraan terbesar itu akan dimulai, mimpiku akan menjadi kenyataan, sudah banyak piala yang aku dapat, dan ini akan menjadi akhir mimpiku, akan menjadi suatu kesempurnaan dalam keseluruhan kehidupanku..

Namun itu semua sirna, ketika perlombaan itu dimulai, aku melihat di dalam barisan penonton, Nampak kau tak hadir, aku resah, bertanya-tanya dalam hatiku, kemanakah kau berada? Kenapa di saat seperti ini kau pergi?

Tapi, kau selalu berpesan kepadaku agar aku tetap selalu memberikan yang terbaik ketika kaki ku sudah berdiri di atas panggung, lupakan hal yang lain tetap konsentrasi dan bersatulah dengan melodi dan nada nada yang kamu keluarkan dalam gesekan biolamu..

Ku hembuskan nafasku dan aku lupakan segala perasaan resahku, ku mencoba untuk tetap tenang dan memberikan yang terbaik untuk para penonton..

Setelah ku gesekan dan menyatu dengan biolaku, para penonton terbawa suasana hingga akhir pertunjukanku, mereka semua berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah, aku pun merasa bangga, bahagia, dan sedih hingga akhir penampilanku kamu tetap tidak ada dalam barisan penonton itu..

Hingga aku turun dari panggung dan mendengar sebuah berita bahwa kau kini benar benar telah pergi, aku sempat menangis dan tak percaya, bahwa kau telah meninggalkanku di dunia ini sendiri, aku pun berlari ke rumah sakit dan hanya bisa melihatmu terbaring lemas dengan penuh luka, tak satupun kata yang terucap dari mulutmu, tatapan matamu terasa kosong, jiwamu telah pergi..

Tak kuasa ku menahan air mata ini, kenapa semua ini harus terjadi padaku? Kehilanganmu membuatku ingin segera menyusul ke sana, kemudian sang dokter memberitahukanku sebuah pesan terakhir darimu, yaitu untuk membuka sebuah biola yang berada di sampingmu..

Disitu terdapat sebuah pesan kecil..

Tetap terus semangat ya dalam bermain biola, biarlah alunan nada itu keluar bersama dengan perasaanmu, terimalah biolaku ini agar kamu selalu ingat kepadaku, ini hanya sebuah biola tua milikku, teruslah menjadi juara, dan teruslah memberikan yang terbaik, dan aku ingin bilang kepadamu kalau aku sebenarnya menyayangimu..

Kemudian dokterpun berkata, ketika dia dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan, dia tetap terus memeluk biola itu dan tetap menjaganya meski dirinya penuh luka, itu menunjukan bahwa betapa dia menyayangi biola itu..

Akupun tak bisa menghentikan air mataku ini, tetap terus keluar dan dalam hatiku aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, karena aku masih belum bisa terima kenyataan bahwa kini kau telah pergi..

Kemudian hasil perlombaan telah diumumkan, dan disitu aku menjadi sebuah pemenang, aku mendapat nilai yang sempurna, aku juara, seperti apa yang kau inginkan, akhirnya mimpiku menjadi kenyataan..

Kini bermain di luar negeri bukanlah menjadi suatu mimpi, setahun telah berlalu sejak kecelakaan yang kau alami,aku mengalami banyak perubahan, kini dunia berada di genggamanku, dengan biola tua darimu aku bisa mengadakan konser yang hebat..

Hari ini menjadi hari bersejarah, karena tepat hari dan tanggal yang sama saat ini di tahun lalu, aku mengalami sebuah awal kehidupan untuk ku sekarang, kini aku berikan sebuah konser yang megah buatmu disana, akan aku kenang segala tentangmu, akan ku berikan melodi dan nada nada yang indah dari biolamu, agar kau bisa mendengar disana, dan akan kusampaikan melalui biola ini bahwa aku sangat mencintaimu meski kau telah pergi dan tak kembali..

1 komentar:

  1. pet , tulisanmu panjang banget tulisanmu -,-

    BalasHapus